Pengguna bisa mempromosikan akun dan cuitan mereka dengan membayar biaya bulanan. Berbeda dengan Twitter Ads, pengguna tak perlu mengatur optimasi untuk iklan mereka.
"Twitter yang akan melakukan pekerjaan berat...promosi cuitan akan berjalan otomatis," jelas Twitter dalam laman situsnya.
Selain itu, mereka juga akan memberikan laporan mengenai memonitor performa akun pengguna. Layanan ini dikenakan biaya US$99 per bulan atau setara Rp130 ribuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Twitter mengatakan program ini diperuntukkan bagi pebisnis kecil dan menengah yang tidak memiliki cukup banyak keahlian dan bandwidth untuk menjalankan pengiklanan atau kampanye pemasaran sendiri.
Lihat juga:Pengguna Twitter Tak Tumbuh, Saham Anjlok |
Kabar mengenai uji coba ini keluar setelah Twitter melaporkan hasil kuartal kedua 2017 stagnan dan jatuhnya saham Twitter. Selain itu, pendapatan dari iklan juga menurun. Padahal, sistem berlangganan ini sebenarnya sudah dirumorkan selama bertahun-tahun lalu.
Twitter menawarkan cuitan yang dipromosikan pertama kali pada 2010 lewat "Promoted Tweets". Namun, untuk bisa melakukannya, pengguna harus melakukan proses pengaturan yang relatif rumit. (eks)