Riset tersebut menunjukkan pengiriman ponsel pintar di China meningkat tipis sebesar 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Produsen lokal masih jadi primadona di sana dengan menguasai 69 pangsa pasar.
Berkuasanya para produsen lokal menjadi kabar buruk bagi vendor asing seperti Samsung dan Apple. Pengiriman ponsel kedua pabrikan ini menurun di tengah pertumbuhan pasar di sana.
Apple misalnya. Pabrikan berlambang buah apel ini hanya berhasil mengapalkan 8,2 persen dari total pasar. Pada tahun lalu pencapaian iPhone ada di angka 8,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sebenarnya bukan hal baru lagi bahwa China yang merupakan pasar yang begitu menggiurkan bagi industri ponsel. Dengan total populasi mencapai 1,38 miliar dan meluasnya penggunaan ponsel pintar, China layaknya lumbung profit yang menjanjikan.
Huawei masih di posisi puncak dengan pangsa pasar 20,2 persen, naik lebih dari 3 persen dari periode yang sama tahun lalu. Oppo dan Vivo menguntit dengan angka 18,8 persen dan 17 persen.
Bahkan Xiaomi, yang belakangan terus terpuruk, ikut menikmati peningkatan permintaan. Periode ini Xiaomi meraup 13 persen pangsa pasar.
"Empat besar merek China sekarang menguasai hampir 69% pasar karena merek-merek ini telah melaju di depan merek internasional dan lokal lain dengan jangkauan distribusi yang luas dan portofolio yang menarik," ujar James Yan, Direktur Riset Counterpoint. (evn)