Sementara, beberapa aplikasi jadi biang kerok lekas habisnya memori pengguna. Hal ini karena aplikasi tersebut memakan memori lewat simpanan file dan cache mereka.
Spotify, Snapchat, dan Line jadi tiga aplikasi teratas yang paling memakan memori pengguna. Sementara Facebook, Instagram, dan Facebook Messenger adalah tiga dari lima aplikasi teratas yang memakan memori saat Android pertamakali diaktifkan. Demikian terungkap dari studi yang dilakukan Avast terhadap ponsel cerdas bersistem operasi Android.
Lihat juga:10 Aplikasi yang Bikin Android Lambat |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Punya notifikasi memang nyaman atau malah jadi gangguan. Tapi terlalu banyak notifikasi memakan baterai, memperlambat kinerja, dan kuota. Untuk menghemat daya, pilih nyalakan notifikasi yang penting saja.
2. Batasi aplikasi yang memakan baterai dan performa.
Misalnya aplikasi yang tetap berjalan di latar belakang, punya interval pembaruan, menggunakan lokasi, dan notifikasi.
Aplikasi terus menghasilkan sampah yang memenuhi memori. Bersihkan file sementara (temporary) secara berkala. Hal ini bisa dipermudah dengan berbagai aplikasi yang membersihkan file ini secara otomatis.
Lihat juga:Deretan Fitur Unggulan Android Oreo |
Koneksi nirkabel memakan baterai cukup besar. Pastikan WiFi, bluetooth, GPS, juga fitur tethering mati saat tak digunakan.
5. Redupkan layar
Layar biasanya memakan konsumsi baterai paling besar. Apalagi ponsel-ponsel anyar saat ini menggunakan layar besar dengan kecerahan warna luar biasa. Avast menyebut kinerja layar bisa memakan 80 persen konsumsi baterai. Jadi, ketika sedang tidak digunakan, baiknya turunkan kecerahan diangka 30-40 persen saja.