Setelah berminggu-minggu menunggu, warga AS akhirnya dapat menyaksikan momen ketika bayangan bulan perlahan menutupi matahari. Melalui kacamata khusus, teleskop, dan kamera, para warga AS melihat bentuk sempurna gerhana matahari.
Di Roshambo ArtFarm di Sheridan, Oregon, seorang warga bernama Jason Davis mengaku terkesima dan sempat terkejut merasakan perubahan suhu yang mendadak dingin ketika gerhana matahari total terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya warga Oregon, banyak pula orang dari penjuru AS lainnya datang ke Roshambo. Nancy Conway dan keluarganya, contohnya, rela menempuh perjalanan selama 20 jam dari Massachusetts demi menyaksikan peristiwa bersejarah ini.
Meski demikian, warga di berbagai penjuru lain tak mau ketinggalan merayakan momen langka ini. Di Washington, D.C., ratusan orang sudah mengantre di depan Museum Luar Angkasa Nasional yang menyediakan lebih dari 20 ribu pasang kacamata khusus. Mereka tetap antusias meski hanya dapat melihat 80 persen gerhana matahari.
Momen langka ini pun diperkirakan bakal menjadi peristiwa yang paling banyak ditonton dalam sejarah manusia. Tak hanya melihat langsung, warga dunia pun diperkirakan akan turut menyaksikan momen ini melalui siaran langsung maupun jejaring sosial.