Perempuan China Relakan Jasadnya 'Dihidupkan' Setelah Mati

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Rabu, 23/08/2017 16:25 WIB
Zhan Wenlian, perempuan 49 tahun asal China merelakan jasadnya untuk dijadikan objek eksperimen menghidupkan kembali manusia yang sudah mati. Ilustrasi: Seorang perempuan di China merelakan jasadnya untuk 'dihidupkan' kembali dalam sebuah penelitian ilmiah. (Foto: Thinkstock/Katarzyna Bialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Zhan Wenlian, perempuan asal China, merelakan jasadnya untuk dipakai sebagai objek eksperimen menghidupkan kembali manusia yang sudah mati. Dalam eskperimen ini, jasad Wenlian dibekukan melalui proses bernama cryonic.

Wenlian sebenarnya sudah meninggal akibat kanker paru-paru yang ia derita. Sebelum ia wafat, Zhan menyerahkan tubuhnya ke sang suami, Gui Junmin, agar dimanfaatkan dalam eksperiman. Junmin sendiri terlibat di proyek ambisius tersebut.

Mendapat persetujuan dari berbagai pihak, jasad Wenlian kini sudah dimasukkan ke dalam tanki raksasa berisi 2.000 liter nitrogen cair dengan suhu tubuh yang dipertahankan berada di -195 derajat Celcius. Secara teori, nitrogen ini diperlukan untuk mengawetkan fungsi organ tubuh.

Kendati memakai nitrogen cair yang sangat dingin, eksperimen ini justru menghindari kondisi beku di tubuh jasad. Sebab ketika kristal es terbentuk, justru hal itu bisa merusak jaringan tubuh manusia.


Mengawetkan dengan nitrogen super dingin ini dinilai bisa menjaga kondisi tubuh manusia tetap utuh. Tujuan akhirnya adalah tubuh yang diawetkan bisa dibangkitkan kembali dengan teknologi masa depan.

Hal inilah yang mendasari kepercayaan Wenlian dan Junmin. Keduanya yakin bahwa lebih baik menyerahkan jasad yang sudah mati sebagai penelitian masa depan.

"Saya cenderung percaya pada teknologi baru yang sedang berkembang, jadi saya pikir sangat mungkin ada cara menghidupkannya kembali," ujar Junmin seperti dikutip dari The Mirror.

Wenlian menyerahkan tubuhnya ke Yinfeng Bilogical Group, Qilu Hospital Shandong University, dan perusahaan cryonic asal AS Alcor Life Extension Foundation.

Wenlian jadi perempuan pertama di China yang mengikuti eskperimen cryonic ini. Perempuan 49 tahun tersebut merasa keputusannya sebagai 'kelinci percobaan' dalam eksperimen ini sebagai kontribusi nyata untuk kepentingan ilmiah.

Seakan tak mau kalah, Junmin juga berniat mengikuti langkah sang istri. Junmin ingin menemani Wenlian di kehidupan kedua dengan harapan eksperimen ini berhasil di masa depan.

"Seandainya istri saya terbangun kembali, dia bisa kesepian. Saya harus menemaninya," pungkas Junmin.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK