XL melakukan joint venture dengan SK Planet sejak 2014 dengan kepemilikan saham masing-masing 50 persen. Saat itu, Dian menceritakan bahwa bisnis e-commerce masih sepi dan potensi keuntungan terlihat menjanjikan.
Sayangnya sejak 2016 awal, bisnis e-commerce Indonesia mulai kedatangan ecommerce raksasa yang dirasa sulit untuk dikalahkan. Sejak saat itulah, XL mulai berniat menjual sahamnya di Elevenia.
Lihat juga:XL Lepas Saham Dari Elevenia |
"Mulai 2016 awal datang pemain besar masuk ke Indonesia sehingga dunia e-commerce sudah menjadi riuh dengan investasi dari luar yang besar. Kalau bisnis seperti ini kan yang besar yang bakal menang, kalau mau terus di situ akan butuh dana yang sangat besar," Dian bercerita usai acara "Gerakan Donasi Kuota" pada Selasa (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk bisnis e-commerce saya rasa awalnya memang bakar duit dulu. Uang banyak digunakan untuk promosi supaya orang masuk ke situsnya, beriklan, dan lain sebagainya. Dari sisi bisnis lima tahun pertama pasti banyak keluar modal. Tapi dengan lebih banyak lagi kompetisi, [investasi] yang diperlukan lebih banyak, sehingga 'pendarahannya' akan lebih panjang waktunya," terangnya.
"Investasi Elevenia nya kita mau pakai untuk infrastruktur aja atau program-program kayak gini aja (CSR). Atau kalau nggak ya yang masih dekat-dekat dengan core bisnis kita misalnya seperti Tribe di sisi hiburan. Kita masih bisa ambil dari sisi penggunaan kuota yang dipakai pelanggan untuk nonton konten. Kalau di e-commerce nggak kelihatan karena mereka bisa akses (Elevenia) bahkan tanpa pakai (layanan data) XL," imbuh Dian.
Sementara itu, proses negosiasi dengan perusahaan pembeli saham diakui Dian tidak memakan waktu yang lama, hanya beberapa bulan. Kepemilikan saham dialihkan kepada PT Jaya Kencana Mulia Lestari dan Superb Premium Pte. Ltd.
Transaksi diharapkan selesai pada paruh kedua tahun ini setelah terpenuhinya kondisi-kondisi yang dipersyaratkan dan diperolehnya persetujuan dari beberapa instansi terkait. (evn)