Dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rabu (30/8) siang tadi, Direktur Utama Telkom Alex Sinaga tak menyangkal misteri keberadaan Telkom 1 di orbitnya.
"Secara fisik mungkin iya, tapi tolong bedakan fisik dengan administratif," kata Alex.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun secara fisik belum diketahui, Alex menegaskan secara administratif, slot orbit 108 masih milik Telkom. Pihak Telkom bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang mengupayakan slot tersebut di-suspend agar tak diklaim negara lain.
Baik Telkom maupun pemerintah tak ingin kehilangan slot orbit itu karena untuk mendapatkannya kembali butuh proses yang panjang ke International Telecommunication Union (ITU), badan PBB yang mengurusi telekomunikasi.
Pakai Jasa Dua Satelit Asing
Dampak gangguan di Telkom 1 ini mengharuskan Telkom mengalihkan layanannya ke satelit lain miliknya seperti Telkom 2 dan Telkom 3S. Kendati demikian, Telkom masih perlu menyewa transponder dari satelit asing.
"Satelit asing yang dipakai ada dua yakni Apstar dan ChinaSat," ungkap Alex.
Apstar sendiri adalah operator satelit komunikasi China, begitu pula satelit ChinaSat.
Untuk menyewa transponder dari kedua satelit itu Telkom harus mengeluarkan biaya. Mengenai biaya sewa itu, pihak Telkom enggan menyebutkan besarannya.
"Saya enggak hapal kisarannya," kilah Direktur Wholesale & Layanan Internasional Abdus Somad Arief. "Kalau satu satelit ya miliaran tapi ini kan enggak, cuma sebagian saja lainnya pakai punya Telkom sendiri.”