Nokia Perkenalkan Trio Smartphone Android di Indonesia

Kustin Ayuwuragil , CNN Indonesia | Kamis, 14/09/2017 18:55 WIB
Nokia Perkenalkan Trio Smartphone Android di Indonesia Nokia luncurkan ponsel Android di Indonesia (dok. CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nokia mengumumkan tiga ponsel cerdas baru, yaitu Nokia 3, 5, dan Nokia 6. Nokia mengklaim ponsel ini punya desain yang lebih baik, sederhana, tahan banting, dengan harga terjangkau.

Ponsel pintar Nokia ini kini menggunakan sistem operasi Android, tak lagi gunakan Windows Phone.

Lewat tiga ponsel ini, Nokia ingin menyasar kaum milenial. Kerjasama HMD Global dengan Google, Foxconn, serta operator lokal diyakini bisa mengantar Nokia jadi tiga besar di pasar ponsel cerdas di Indonesia dalam lima tahun ke depan.


“Kami senang memperkenalkan Nokia yang akhirnya membawa sistem operasi Android. Saat ini, ketiga perangkat masih Android Nougat tetapi kami memastikan bahwa update Oreo akan secepatnya tiba sebelum akhir tahun,” kata Mark Trundle selaku Country Manager HMD Global untuk Indonesia, Rabu (14/9).

Meski memperkenalkan tiga perangkat sekaligus, Nokia 3 dijual terlebih dahulu pada awal Oktober 2017 sementara dua perangkat lainnya akan menyusul. Trudle beralasan perbedaan waktu perilisan perangkat tersebut dikarenakan pabrik lokal Nokia di Indonesia baru dibuka sepekan silam.

Nokia 3

Meninggalkan desain ringan polikarbonat, Nokia memberikan bodi alumunium pada ponsel ini. Dia juga mengusung layar IPS 5 inci yang dilindungi Corning Gorilla Glass 2,5D. Kamera depan dan belakangnya sama-sama mengusung sensor 8MP.

Untuk dapur pacunya, Nokia 3 dibekali prosesor quad core MediaTek MT 6737, RAM 2 GB, memori internal 16 GB yang disertai slot microSD. Untuk baterai, HMD Global memberikan kapasitas 2.650 mAh.

Ponsel ini hadir dengan pilihan warna hitam, biru tua, putih perak, dan putih tembaga. Nokia 3 dibanderol seharga Rp1.899.000 dan tersedia mulai awal Oktober di ritel Erafone dan Sentra Ponsel.


Nokia 5

Ponsel pintar ini memiliki layar lebih besar dari adiknya, yakni 5,2 inci dengan kualitas 720p. Dia dibekali pula dengan prosesor octa core Snapdragon 430 dan RAM 3 yang dilengkapi memori internal 16 GB dan slot microSD.

Ponsel ini juga memiliki kamera depan 8 MP dengan wide angle 84 derajat, namun kamera belakangnya lebih baik dengan sensor 13 MP. Fitur lainnya yang dibawa termasuk pemindai sidik jari dan baterai lebih besasr, 3.000 mAh.

Perangkat ini tersedia dengan pilihan warna hitam, biru tua dan putih perak. Namun, dia baru akan dipasarkan mulai akhir Oktober.

Nokia 6

Ponsel yang satu ini paling bongsor di antara kedua saudaranya karena memiliki ukuran layar 5,5 inci dengan kualitas FHD. Memiliki desain unibody, perangkat ini juga terbuat dari alumunium 6000.

Dia juga membawa kelebihan di bagian suara karena menggandeng Dolby Atmos untuk menyediakan speaker ganda. Untuk bagian jeroannya, perangkat ini ditenagai Qualcomm Snapdragon 430, RAM 4 GB, dan memori penyimpanan internal 64 GB.

Di bagian kamera, Nokia 6 membawa kamera depan 8 MP dan kamera belakang 16MP. Sementara itu, kapasitas baterainya adalah 3.000 mAh.

Hanya ada dua pilihan warna untuk ponsel ini yakni hitam dan perak. HMD Global berjanji akan memasarkannya mulai akhir Oktober.


Android Murni

Nokia menyebutkan kalau ponselnya menggunakan Android murni. Maksudnya, Android yang digunakan di ponsel ini tak dimodifikasi.

Sebab, banyak vendor ponsel yang melakukan kustomisasi tampilan Android yang disematkan diperangkatnya agar pengguna bisa mendapat pengalaman berbeda dari ponsel Android lain. Hal ini dilakukan Samsung dengan UI (user interface) WizTouch atau Xiaomi dengan MIUI.

Dengan Android murni ini HMD berharap pengguna tidak akan merasakan ponsel yang lambat karena terlalu banyak bloatware. Bloatware biasanya membuat perangkat jadi lambat karena pembuat ponsel menjejalkan aplikasi yang tak digunakan pengguna di dalam ponsel.

Smartphone Nokia juga diklaim lebih aman berkat pembaruan tiap bulan yang diberikan Google.

Lepas dari cengkeraman Microsoft, lisensi ponsel Nokia kini ada dibawah HMD Global, perusahaan asal Finlandia. Lewat HMD Global jugalah Nokia kembali ke Indonesia.


BACA JUGA