Jokowi Geber Infrastruktur, Bisnis Kendaraan Niaga Moncer

rayhand purnama, CNN Indonesia | Jumat, 15/09/2017 15:45 WIB
Jokowi Geber Infrastruktur, Bisnis Kendaraan Niaga Moncer Ilustrasi kendaraan pertambangan. Penjualan alat berat meningkat seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur dan pertambangan (dok. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Gencarnya pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur menjadi angin segar bagi pabrikan alat berat serta kendaraan komersial. Sebab, giatnya pembangunan ini membuat penjualan serta permintaan sewa jenis kendaraan tersebut merangkak naik.

Menurut Chief Supply Chain Officer Trakindo Utama Heru Susanto, mulai kuartal ketiga 2017 permintaan sewa dan pembelian mulai menunjukan tren positif.

"Startnya mulai dari Q2, market sudah terlihat mulai naik dan sekarang meningkat. Perbedaan dibanding tahun lalu 40 persen. Tahun lalu, 7.000 sekian secara keseluruhan baik sewa atau pembelian," kata Heru di Jakarta.


Ia mengungkapkan, naiknya permintaan diperoleh oleh berbagai pihak, mulai dari kontraktor hingga perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Persebarannya Jawa, Kalimantan, Sumatera, kalau tambang Kalimantan," ujarnya.

Menurutnya, kendaraan pertambangan tetap mendominasi penjualan dari sisi nilai. Sebab, harga satu unitnya memang lebih mahal dan dimensinya lebih besar.

Sedangkan, dari segi kuantitas unit kendaraan penunjang infrastruktur terjual lebih banyak. Hal ini didukung oleh banyaknya pembangunan dan ukurannya yang lebih kecil.

Wakil Presiden Volvo Construction Equipment (CE) VCE Indonesia Eduoard Savelli, berujar peningkatan aktivitas industri pertambangan dapat meningkatkan permintaan akan alat berat.

"Ditambah dengan rencana infrastruktur ambisius Indonesia. Disaat bersamaan pengguna alat berat juga akan terus berfokus pada kemungkinan maksimal pencapaian  ‘biaya per ton’ terbaik," kata Savelli.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan bahwa pihaknya tengah meningkatkan jumlah investasi kepada setiap produsen otomotif, khusus kendaraan komersial disepanjang 2017

Upaya tersebut dilakukan lantaran jumlah investasi terhadap kendaraan komersial yang kian menurun setiap tahunnya.

"Kami sedang dorong untuk komersial, supaya lebih banyak karena komersialnya turun," kata Putu.

Menurut Putu, pemerintah merencanakan total investasi sebesar 27 juta Euro dalam lima tahun ke depan hanya untuk kendaraan komersial. Untuk tahun ini yang akan direalisasikan sebesar 11,7 juta Euro.

"Total rencana investasi perakitan heavy duty truck di Indonesia sebesar 27 juta Euro (selama lima tahun ke depan)," ujarnya.