Apple lantas memberi penjelasan soal tragedi FaceID. Menurutnya, terlalu banyak orang yang mencoba menggunakan FaceID di belakang panggung sebelum uji coba dilakukan di atas panggung.
"Banyak orang yang menangani iPhone X untuk demo panggung sebelumnya," jelas salah satu juru bicara Apple kepada Yahoo, seperti dikutip The Guardian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak disadari kalau FaceID mencoba mengautentikasi wajah mereka. Setelah gagal beberapa kali, karena mereka bukan Craig, iPhone melakukan yang seharusnya, meminta passcode. FaceID melakukan sesuai dengan rancangan."
Sebelumnya, saat peluncuran iPhone X, Federighi sempat mencoba membuka iPhone menggunakan fitur Face ID. Tapi, percobaan pertama gagal dan layar ponsel menampilkan passcode dimana pengguna diminta memasukkan angka kode.
Banyak juga yang meragukan apakah Face ID tetap bisa mengenali wajah penggunanya jika pengguna mengenakan topi, kacamata hitam, ataupun ketika berjenggot, misalnya.
Namun, Federighi menyebutkan kalau Face ID bisa digunakan hampir di semua kacamata hitam.
"Kebanyakan kacamata hitam memungkinkan cahaya inframerah untuk lewat dan memungkinkan Face ID melihat mata pengguna. Bahkan ketika lensa kacamata buram," jelasnya seperti ditulis MacRumors.
Sejauh ini, Apple sangat percaya diri kalau Face ID bisa digunakan di segala kondisi, bahkan saat dalam kegelapan. Sebab, perangkat ini juga dilengkapi dengan kamera inframerah.
Lantas bagaimana pencuri memaksa pengguna membuka ponsel mereka. Federighi menjelaskan terdapat dua mitigasi yang dilakukan iPhone.
"Jika pengguna tidak menatap ponsel, Face ID tak akan membuka ponsel. Pun ketika pengguna menggenggam tombol di kesia sisi ponsel saat menyerahkan ponsel, hal ini akan menonaktifkan Face ID untuk sementara."