Siasat Nokia Penuhi Aturan TKDN Ponsel 4G

Kustin Ayuwuragil , CNN Indonesia | Jumat, 15/09/2017 16:55 WIB
Siasat Nokia Penuhi Aturan TKDN Ponsel 4G Nokia memastikan diri telah memenuhi aturan TKDN ponsel 4G. (Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- HMD Global sebagai pemegang lisensi perangkat Nokia baru saja mengumumkan telah menggandeng pabrik lokal  di Indonesia sebagai mitra perakit ponsel mereka. Sejak pekan lalu, perusahaan mengumumkan telah pemenuhan persyaratan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) ponsel 4G yang mencapai 30,52 persen.

HMD Global menggunakan fasilitas produksi baru di pabrik PT. Sat Nusapersada Tbk. (Satnusa) di Pulau Batam. Perusahaan juga berkolaborasi dengan PT. Tata Sarana Mandiri (TSM) sebagai mitra desain lokal, serta pengembang aplikasi lokal PT Inovidea Magna Global dan PT MP Games, HMD.

"Kami memilih pabrik itu untuk memastikan kami bisa menjadi salah satu perusahaan ponsel terbesar di bawah lima tahun," terang Mark Trundle selaku Country Manager HMD Global untuk Indonesia dalam wawancara eksklusif bersama CNNIndonesia.com, Kamis (14/9).

Sayangnya, Trundle tak bisa menyebutkan presentase masing-masing peranti lunak dan peranti keras untuk ketiga tiga ponsel pintar yang baru dirilisnya yaitu Nokia 3, Nokia 5 dan Nokia 6. Dia hanya mengatakan, terdapat dua aplikasi lokal secara pre-load di tiga ponsel itu.

Sebelumnya dalam kesempatan terpisah, I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jendral Untuk Industri Metal, Mesin, Peralatan Transportasi dan Elektronik, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia juga mengkorfirmasi pemenuhan HMD akan persyaratan komponen lokal minimum 30 persen. 

Florian Seiche, Chief Executive Officer HMD Global mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat penting di Asia. Oleh karena itu, perusahaan mau berkomitmen untuk mematuhi peraturan pemerintah.

"Kami menyadari Indonesia merupakan pasar yang sangat penting di Asia yang kami ingin kembangkan. HMD berkomitmen untuk mematuhi kebijakan dan peraturan-peraturan pemerintah yang ada, termasuk kepatuhan TKDN," katanya.

Trundle juga sempat menerangkan bahwa Nokia berambisi menjadi tiga besar merek ponsel pintar di Indonesia dan dunia. Sementara itu, perusahaan asal Finlandia ini juga ingin melanggengkan kejayaan mereka di pasar feature phone 2G yang secara global masih digunakan oleh 1,3 miliar orang pada 2016.