Ilmuwan Jelaskan Pembentukan Planet 9 di Bima Sakti

Kustin Ayuwuragil , CNN Indonesia | Selasa, 19/09/2017 02:50 WIB
Ilmuwan Jelaskan Pembentukan Planet 9 di Bima Sakti Ilustrasi: Ilmuwan meyakini ada planet 9 di tata surya Bima Sakti yang berada di belakang Neptunus. (Foto: exoplanets.nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak Januari 2016, para astronom percaya bahwa ada satu lagi planet di belakang Neptunus yang termasuk dalam Sistem Tata Surya Bima Sakti. Dikenal sebagai "Planet 9", benda yang baru bisa dibuktikan secara hipotesa ini terus mengulik pertanyaan ilmuwan lainnya.

Sejak saat itu, banyak penelitian mengenai Planet 9 yang telah diproduksi untuk membuktikan keberadaan planet ini. Pasalnya, jaraknya yang jauh tidak memungkinkan umat manusia untuk langsung mengamatinya.

Penelitian terbaru telah berhasil menganalisis pembentukan Planet 9. Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim yang dipimpin Dr. Richard Parker dari Universitas Sheffield Jurusan Fisika dan Astronomi dan ETH Zurich berjudul "Was Planet 9 Captured in the Sun’s Natal Star-Forming Region?", Planet 9 dibentuk di sekitar Matahari sebelum akhirnya bergeser jauh ke belakang.

Para peneliti membuat simulasi yang menampik bahwa Matahari menangkap Planet 9 dari Sistem Tata Surya lain ketika dia masih menjadi bintang muda. Planet 9 memiliki ukurang yang paling tidak 10 kali lebih besar dari Bumi.

Dia juga dipercaya memiliki orbit yang berbentuk bulat telur mengelilingi Matahari dengan jarak kira-kira 700 kali jarak Bumi dengan Matahari. Jarak orbitnya beragam dari 200-1.200 kali jarak Bumi ke Matahari. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Planet 9 membutuhkan waktu antara 10.000-20.000 tahun untuk menyelesaikan satu orbitnya.

Karena ukurannya yang sangat besar, tampaknya tidak mungkin Planet 9 terbentuk di lokasinya saat ini. Para astronom berpendapat bahwa dia bisa jadi terbentuk lebih dekat dengan Matahari atau ditangkap dari sistem bintang lain miliaran tahun yang lalu.

"Kami tahu bahwa sistem planet terbentuk pada waktu yang sama dengan bintang, dan ketika bintang sangat muda mereka biasanya ditemukan dalam kelompok di mana interaksi antar bintang sering terjadi. Oleh karena itu, lingkungan di mana bintang terbentuk langsung mempengaruhi sistem planet seperti milik kita, dan biasanya begitu rapat sehingga bintang bisa menangkap bintang atau planet lain," terang Parker seperti dilaporkan Universe Today.

Untuk mendapatkan jawaban apakah Planet 9 terbentuk dekat Matahari atau "tersangkut" dari sistem bintang lain, ilmuwan membuat simulasi ketika Bima Sakti masih dalam tahap awal pembentukan. Dari sana, tim menemukan bahwa kondisinya tidak memungkinkan bagi Matahari untuk menangkap planet lain dari bintang lain.

Secara keseluruhan, simulasi mereka menunjukkan bahwa dengan orbit seperti Planet 9, hanya 5 - 10 dari 10.000 planet yang akan ditangkap saat Tata Surya masih muda. Dari sana, para ilmuwan meyakini Planet 9 terbentuk lebih dekat ke Matahari namun perlahan bermigrasi ke posisinya saat ini di belakang Neptunus.

Penelitian ini sangat berguna untuk riset asal muasal alam semesta. Hasil dari penelitian ini juga memunculkan pertanyaan baru yang kembali harus dipecahkan umat manusia, seperti bagaimana planet memiliki orbit mereka saat ini dan apakah orbit memiliki peran penting.


BACA JUGA