Di halaman beranda, pengelola mengiming-iming penghasilan ratusan juta rupiah bagi perempuan atau laki-laki yang tertarik menjadi mitra (calon pencari pasangan) mereka. Wajah perempuan berparas cantik turut menghiasi laman tersebut. Tak lupa, tagline nikahsirri.com yang dituliskan 'mengubah zinah menjadi ibadah' juga turut ditemui di dalamnya.
Di laman ini pula, pengelola mencoba memberi pemahaman mengenai nikah siri dan berbagai kemudahan versinya. Pengelola juga menjelaskan dengan gamblang alasan kemunculan programnya nikahsirri.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan layanan itu terinspirasi dari novel "Ronggeng Dukuh Paruk" dan budaya daerah yang melelang keperawanan. Untuk menjamin status keperawanan atau keperjakaan mitranya, pengelola memberikan garansi lewat tes medis dan 'sumpah pocong'.
Tak ubahnya dengan pernikahan resmi, pengelola juga memasang 'tarif' bagi klien yang ingin mencari jodoh lewat programnya. Pria atau wanita yang ingin mencari dan melihat calong pasangan diharuskan membli koin mahar senilai Rp100 ribu per koin.
Alih-alih memilah kalangan tertentu, Nikahsirri.com secara gamblang mengajak siapapun tanpa melihat latar belakang untuk menjadi mitra mereka. Lagi-lagi, iming-iming penghasilan ratusan juta dan penggunaan gambar perempuan dengan pose sensual.
Tak lupa, situs ini juga memberikan persyaratan bagi pria dan wanita yang ingin mendaftarkan diri dalam program nikahsirri.com.
Sontak, semua sistem yang diterapkan Aris dalam layanan Nikahsirri.com menuai beragam respon dari netizen. Lini masa Twitter diwarnai sikap netizen yang mengaku kaget dengan munculnya situs tersebut.
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
[Gambas:Twitter]
Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa laptop, empat topi warna hitam bertuliskan "Partai Ponsel", dua kaos warna hitam bertuliskan "Virgins Wanted" dan satu spanduk bertuliskan "Deklarasi Partai Ponsel Brutally Honest Political".