Uber juga sepakat untuk melanjutkan miliaran dollar dengan Softbank Jepang. Dengan diterimanya tawaran dana segar ini, maka Softbank akan memiliki 17 persen saham Uber. Saham itu didapat dengan membeli saham dari pemegang saham lainnya di Uber dengan sistem tender off.
Selain itu, Uber juga akan meniadakan saham supervoting khusus yang saat ini dipegang oleh Travis Kalanick dan beberapa orang dalam lainnya. Sebaliknya, semua pemegang saham di Uber akan memiliki satu suara.
Kesepakatan lain adalah soal penambahan Dewan Direksi yang kini jadi 17 anggota dari sebelumnya yang hanya 11 orang. Terakhir, setiap CEO baru harus disepakati 2/3 suara dewan. Ketentuan 2/3 suara ini berlaku sampai IPO selesai dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Softbank dan Dragoneer Invesment Group menjanjikan kucuran dana antara US$1 miliar - US$1,25 miliar (sekitar Rp4 triliun - Rp16,8 triliun) untuk Uber. Tambahan kucuran dana ini akan meningkatkan valuasi Uber menjadi US$69 miliar (sekitar Rp930 triliun). Angka ini membuat Uber menjadi perusahaan privat paling bernilai di dunia.
Namun, berbagai masalah yang mendera Uber belakangan, mulai mengikis valuasi perusahaan itu.
Sebelumnya, Dara Khosrowshahi sempat menyatakan kalau Uber akan IPO dalam 18 hingga 36 bulan ke depan, seperti diberitakan TechCrunch. (eks)