Wakil Presiden Direktur Qualcomm Cristiano Amon memamerkan pencapaian ini pada ajang 4G/5G Summit di Hong Kong. Ia berpendapat era 5G tak akan lama lagi datang.
Keberhasilan ini membuat Qualcomm mengklaim bahwa mereka sudah melampaui pencapaian mereka di tahun lalu dan menjadi perusahaan pertama yang berhasil menguji koneksi data 5G pertama di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Dulang Untung 5G Lewat Aplikasi |
Namun pencapaian Qualcomm ini tentu belum berdampak ke masyarakat luas. Sebab, keberhasilan uji coba ini ini baru dilakukan di laboratorium Qualcomm Technologies, di San Diego, Amerika Serikat.
"Kami berupaya mendorong teknologi 5G ini tersedia penuh pada 2019 nanti," ucap Amon, Selasa (17/10).
Namun kecepatannya diperkirakan akan lebih kencang pada 2019 nanti, ketika infrastruktur telekomunikasi di berbagai negara mulai mendukung teknologi tersebut.
Sementara untuk Indonesia, estimasi adopsi 5G masih lebih lambat dari negara-negara lain yang berambisi menerapkan 5G pada 2019. Country Manager Qualcomm Indonesia Shennedy Ong mengatakan Indonesia masih perlu menyelesaikan regulasi yang akan mengakomodasi 5G bila ingin mengadopsinya secara penuh di masa depan.
"Jarak adopsi dari G ke G belakangan lebih cepat di Indonesia, tapi mungkin 2-3 tahun setelah 2019 sudah masuk," pungkas Shennedy.