"Potensi inovasi produk ini cukup tinggi," jelasnya seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (18/10).
"Contohnya N219, setelah uji terbang kemarin, rencananya Thailand sudah mulai memesan untuk mereka, disini sudah banyak yang tanya harganya," tambahnya lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boni menyebutkan bahwa pihaknya sengaja memilih produk yang sudah mulai dijual dan dipesan negara lain. "Hal ini membuktikan bahwa hasil inovasi kita memang sudah ditangkap pasar internasional dengan baik atau inovasinya berpotensi dihilirisasi ke negara lain," tandasnya.
Meski demikian, dalam ajang tersebut, Kemenristekdikti hanya memfasilitasi jika ada pengunjung yang tertarik untuk melakukan pembelian produk inovasi Indonesia tersebut. "Untuk fasilitasinya kami hanya memberikan kontak pembuat. Contoh PT DI, kami berikan kontak PT DI," jelas Doddy Zulkifli, Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti saat dikontak CNNIndonesia.com.
Ada juga Bioplastik dari RPN menggunakan bahan plastik yang mudah diurai alam. Dipamerkan juga bantalan karet untuk jembatan guna mengurangi dampak gempa. Dipamerkan juga Padi Sidenuk dari BATAN, serta teknologi Radio Farmaka untuk mendeteksi kanker.
ASTIW adalah pameran teknologi antar negara Asean yang telah memasuki gelarannya yang ke-10. Selain negara Asean, hadir juga perwakilan India dan Amerika Serikat dalam perhelatan ini. (eks)