CNNIndonesia.com bersama sejumlah media lain sempat menjajal keandalan dari ban tersebut diberbagai medan. Mulai dari jalur aspal kering, hingga terjalnya jalan berbatu yang basah saat diguyur hujan.
Perjalanan dimulai dari wilayah Bogor, Jawa Barat atau lebih tepatnya di pabrik Goodyear dengan menggunakan sembilan kendaraan milik komunitas SUV Brotherhood Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Aman Berkendara Saat Musim Hujan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih Senyap
Trek di kawasan Gunung Mas, Puncak, Bogor, menjadi lokasi untuk menjajal ban anyar buatan Good Year (dok. CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
Setelah melalui padatnya kota Bogor, rombongan lantas masuk menuju tol untuk dapat memangkas jarak tempuh menuju puncak. Pedal gaspun diinjak semakin dalam untuk memperoleh kecepatan yang diinginkan saat jalan beriringan.
Menariknya, memang tidak terdengar bising atau lebih senyap terasa di dalam kabin saat roda berputar di jalur aspal. Mengingat, pada mobil SUV memang biasanya suara dari ban suka terdengar hingga ke dalam.
Ban itu sendiri sudah mengadopsi desain grooves dan shoulder yang tertutup, bisa dikatakan ulir lebih rapat. Sehingga, membuat suara dari putaran ban teredam karena kurangnya udara.
Menggigit
Ban MT buatan GoodYear terasa pakem menggigit meski dijalan licin dan berlumpur (dok. CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
Ban tersebut berjenis MT atau mud terrain, dengan fungsi 90 persen jalur aspal dan 10 persen offroad. Sehingga tidak lengkap rasanya bila hanya mencobanya di jalur aspal, tanpa mencicipi 10 persen offroad.
Ya, setelah masuk ke Gunung Mas, Puncak, rombongan bergegas menuju sisi kanan dari kawasan tersebut. Kontur yang dilalui sedikit berlumpur dan tepat di bagian menanjak dipenuhi batu.
Ketika melalui jalan itu tidak ada kendala berarti. Mobil tetap melaju seperti apa yang diinginkan oleh pengemudi, tanpa selip, termasuk pada saat mobil dengan logo Transformers itu menanjak. Mobil tetap berjalan tidak terasa roda berputar sejenak di tempat yang sama.
Kemudian uji coba selanjutnya yakni, menuruni turunan tajam dengan kecepatan tinggi yang jalurnya dipenuhi air dan diharuskan berhenti mendadak, tanpa memegang kemudi.
CNNIndonesia.com sempat merasakan respon dari mobil saat pedal rem diinjak mendadak dengan kecepatan tinggi. Hasilnya, kemudi tetap berada pada kondisi lurus tanpa dipegang dan mobil berhenti sesuai yang diinginkan.
Begitu juga, saat rombongan bermanuver di jalan beraspal terjal berliku dengan tingginya curah hujan saat itu. Ban tetap terasa menggigit aspal.
"Enak kok bannya. Ngegigit istilahnya. Liat aja pas direm, tidak terasa limbung. Apa karena mobil saya yang bagus juga ya?" canda Ulung.
Fitur dan disain
Adapun fitur yang terdapat dalam ban tersebut ialah polimer inovatif dengan mikrostruktural lebih optimal guna memberi cengkraman lebih kuat pada kondisi jalan basah.
Blok bahu juga didesain lebih besar dan kuat dengan garis tengah lebar untuk peningkatan keseimbangan area kontak serta rute air. Fungsinya, tidak lain agar memperbaiki pengereman pada kondisi jalan basah dan meningkatkan keamanan dalam berkendara.
Produsen asal Amerika Serikat itu membandrol produk barunya dengan harga mulai dari Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta, sesuai ukuran dan wilayah dari pembelian.
"Bulan ini sudah ada kok bannya. Dari ring 17 sampai 20 inci," kata Herman. (eks)
Trek di kawasan Gunung Mas, Puncak, Bogor, menjadi lokasi untuk menjajal ban anyar buatan Good Year (dok. CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Ban MT buatan GoodYear terasa pakem menggigit meski dijalan licin dan berlumpur (dok. CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)