Kemhub Wajibkan Taksi Online Tempel Stiker Khusus di Kaca

Rayhand Purnama , CNN Indonesia | Senin, 23/10/2017 19:41 WIB
Kemhub Wajibkan Taksi Online Tempel Stiker Khusus di Kaca Kemhub menyiapkan stiker bagi tiap armada taksi online. Namun, identitas baru itu akan terbit usai rumusan kuota rampung oleh masing-masing pemda. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan telah menyiapkan stiker bagi tiap armada taksi online. Namun, identitas baru armada itu akan terbit usai rumusan kuota yang tengah disusun oleh masing-masing pemda tersebut rampung.

Stiker tersebut bakal ditempelkan pada sisi kanan atas kaca depan dan belakang, serta sisi badan kendaraan. Isi stiker sendiri memuat informasi wilayah operasi, jangka waktu berlaku izin serta nama badan hukum, dengan latar belakang logo Kemhub.

"Nah itu untuk bisa menyiapkan stiker, tergantung dari kuota," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub Hindro Surahmat di kantornya, kawasan Jakarta Pusat, Senin (23/10).


Sedangkan terkait dengan kuota dan perijinan, seluruh pihak dapat menunggu masa transisi selama tiga bulan. Ini dihitung sejak revisi Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor umum Tidak dalam trayek diberlakukan.

Dalam menentukan kuota, kata dia, akan disesuaikan dengan kebutuhan tiap wilayah. Bagi dia, masing-masing wilayah mempunyai kebutuhan jumlah armada taksi online yang berbeda.

Rencana kebutuhan kendaraan akan ditetapkan oleh Direktur Jenderal atau Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (Jabodetabek) serta Gubernur, sesuai dengan kewenangan. Kebutuhan angkutan yang telah ditetapkan kemudian akan diumumkan ke masyarakat.


"Pergerakan di Jabodetabek berbeda dengan Jawa Barat, Timur atau wilayah lain ya. Kuota tidak akan sama. Semakin banyak yang memerlukan, akan semakin banyak jumlahnya (armada)," kata dia.

Pengawas Lapangan

Sementara, Direktur Angkutan dan Multimoda Kemhub Cucu Mulyana menuturkan jika stiker akan berguna sebagai pengawas di lapangan. Pihaknya tidak ingin, saat sudah mulai diterapkan secara permanen ada armada taksi online yang beroperasi tidak sesuai pada wilayahnya.

"Kan dari mulai kuota, wilayah operasi domisili dan TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor) juga. Jangan sampai ada mobil dari Lampung, operasinya di Jakarta atau sebaliknya," kata Cucu.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Transportasi Online di Persimpangan