Mata uang virtual, terutama Bitcoin, adalah salah satu fenomena digital yang makin populer belakangan ini. Nilainya yang kian meningkat menarik banyak orang untuk ikut menikmati untungnya.
Zi Bin Cheah alias Zac, CEO Pundi X, berniat merebut untung pasar uang virtual di Indonesia. Meski tergolong agak asing di telinga orang Indonesia, menurut Zac nilai pasar uang virtual di sini sangat besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin penggunaan blockchain bisa membantu financial liberation bagi penduduk Indonesia," imbuh Zac.
Untuk memuluskan rencananya, Pundi X meluncurkan X Pass dan Pundi X POS. Pundi X berguna untuk menyimpan mata uang virtual. Sementara Pundi X POS merupakan alat semacam EDC (electronic data capture) yang akan ditempatkan di toko-toko.
Lihat juga:Mempertanyakan Keamanan Investasi Bitcoin |
"Jadi kita memberi solusi agar membeli Bitcoin bisa semudah membeli pulsa telepon," terang Zac.
Namun seiring peraturan Bank Indonesia yang berlaku sekarang, Pundi X tidak akan mengaktifkan fitur pembayaran dengan mata uang virtual tersebut.
Pundi X akan mulai meluncurkan produknya pada 20 November nanti. Layanan mereka nanti akan bisa ditemui di sejumlah minimarket di area Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Namun Pundi X tak hanya beroperasi di Jakarta saja, ia juga bakal hadir di Bali, Singapura, Hong Kong, dan Seoul.