Budi mengaku dia tak takut menghadapi demo yang menentang revisi Peraturan Menteri (PM) Perhubungan nomor 26 tahun 2017 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak Dalam Trayek.
Ia mengaku optimis aturan yang telah disusun bersama pemangku kepentingan bisa menjadikan kondisi layanan transportasi menjadi lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedepannya, Budi berharap pengemudi konvensional dan online bisa lebih dewasa dalam menerapkan regulasi yang dibuat pemerintah. Dia mengharapkan kedepannya nanti tak ada lagi tuntutan ataupun demonstrasi.
Sementara itu, beberapa poin keberatan yang disampai oleh Asosiasi Driver Online dalam diskusi yang diselenggarakan tadi pagi salah satunya adalah mengenai pemasangan stiker. Keharusan ini dinilai paling sulit dilakukan karena berpotensi membahayakan supir.
Di sisi lain, DPP Organda menyampaikan bahwa seharusnya perusahaan taksi online tidak lagi diizinkan merekrut karyawan. Sebab, mereka menyatakan diri sebagai perusahaan penyedia aplikasi dan bukan perusahaan transportasi. (evn)