Ditesh Gatani, Head of Engineering Grab, mengatakan saking banyaknya data yang harus dikelola, setiap dua tahun timnya harus menulis ulang sistem platform mereka.
"Kami dipaksa memprediksi membuat sistem baru untuk dua tahun ke depan agar layanan kami tetap relevan," ujar Ditesh saat ditemui di Kudoplex, Jakarta, Rabu (25/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal tiga tahun lalu, Ditesh mengaku kemampuan Grab hanya satu pesanan setiap dua detik. "Padahal dulu kami sudah senang banget bisa secepat itu," kenang Ditesh.
Sekitar 10 terabita data yang Grab kelola per hari mempercepat mereka dalam mempertemukan pengemudi dan penumpang. Jarak yang paling dekat, rekomendasi tempat yang ramai penumpang agar dijemput penumpang, merupakan contoh hasil pengolahan big data tim Ditesh.
"Dulu kalau ada pesanan kita akan broadcast ke semua pengemudi dan menunggu siapa yang bersedia mengangkut. Sekarang dengan teknologi yang ada kami bisa mencocokkan banyak pesanan di satu area secara bersamaan," ungkapnya.