Satu yang menjadi sorotan adalah pendidikan. Purwanto dari lembaga Penelitian dan Pelatihan Ekonomika & Bisnis (P2EB) UGM melihat Indonesia masih tertinggal dalam hal pendidikan teknologi.
Pendidikan yang dimaksud oleh Purwanto adalah pendidikan di level dasar dan menengah. Sekolah yang seharusnya jadi pemberi bekal paling dini soal pemafaatan teknologi dinilai masih sangat langka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekhawatiran Purwanto juga mengerucut pada ketiadaan kurikulum yang khusus membahas penguasaan teknologi. "Lebih luas dari literasi saja tapi hingga ke kurikulumnya dan kita belum punya itu," Purwanto menambahkan.
"Yang terjadi setelahnya adalah keterbelahan sosial dan akhirnya mendorong ketimpangan sosial."
Sebelumnya Presiden Jokowi pernah beberapa kali meminta lembaga pendidikan di Indonesia membuka lebih banyak materi berkaitan teknologi digital seperti coding dan bahasa pemrograman. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun telah berjanji merealisasikan keinginan Jokowi dengan meminta materi coding bisa dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah menengah kejuruan (SMK).
"Saya berharap tahun depan sudah masuk, saya akan bicara dengan Profesor Muhadjir (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)," ujar Rudiantara yang ditemui di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Kamis 27 Juli 2017 silam. (evn/evn)