Salama puluhan tahun, Samsung telah memanfaatkan timah dari wilayah Bangka untuk produk elektroniknya, terutama ponsel pintar. Meski tidak merinci berapa persen kandungan timah yang digunakan untuk memproduksi satu unit ponsel pintar, Lee mengatakan bahan baku ini menjadi salah satu komponen terpenting untuk perangkat ponsel Samsung.
Meski menjadi daerah penghasil timah terbesar, di sisi lain Bangka justru terjebak sebagai daerah miskin. Lee menyebut pihaknya merasa berkewajiban membangun kembali harapan masyarakat agar wilayahnya maju.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan asal Korea Selatan ini merasa perlu merogoh kocek untuk kegiatan pertanggungjawaban sosial ketimbang untuk urusan branding. Lee menuturukan pihaknya tak perlu lagi melakukan itu lantaran masyarakat sudah mengenal baik produk Samsung.
Samsung sendiri merogoh kocek sebesar US$750 ribu untuk didonasikan kepada masyarakat dengan kerja sama oleh Habitat for Humanity. Nantinya bantuan akan digunakan untuk merevitalisasi 100 rumah, akses air bersih, sanitasi di Desa Penagan dan Desa Opas Indah. (evn)