Peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto mengatakan sulit bisa melihat fenomena alam tersebut bila cuaca masih terus mendung dan hujan.
"Susah, susah sekali. Kemarin saja ketika saya di Kupang cuacanya hujan terus," kata Rhorom ketika dihubungi via telepon, Senin (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengantisipasi langit cerah nanti malam, Rhorom menyarankan pemburu fenomena alam ini bersiap diri, setidaknya dengan menyiapkan binokular.
"Tanpa teleskop bisa, misal dengan binokular atau kamera SLR dengan lensa tele," ujar Rhorom.
Duet Venus dan Jupiter ini sebenarnya juga bisa dilihat mata telanjang meski hanya terlihat sebagai dua titik terang yang berdempetan di langit.
Momen ini menjadi sesuatu yang langka bagi penikmat dunia astronomi. Pengamat menuturkan, kejadian langka tersebut bisa terlihat di sejumlah negara yang terletak di garis lintang, seperti Inggris dan Amerika Serikat.
Di Los Angeles, AS, Jupiter dan Venus dijadwalkan terbit pada pukul 05.18 pagi waktu setempat. Sementara di New York, kedua planet itu bisa terlihat di cakrawala kota tersebut sekitar pukul 06.24 waktu lokal.
Sebagaimana dilansir Space, empat satelit bulan Jupiter juga dikabarkan bisa terpantau oleh teleskop. Pengamat menuturkan kejadian langka ini akan sangat baik terlihat di area pedesaan yang jauh dari polusi cahaya. (evn)