Teknologi ini diklaim bisa mempelajari keunikan wajah pengguna saat mengambil swafoto. Oppo mengklaim menjadi yang pertama mengakomodir kecerdasan buatan demi mengakomodir kebutuhan berswafoto pengguna.
"Setiap orang memiliki perbedaan kulit, dan kecocokan sendiri dengan efek kamera. Dengan menaikkan Aperture dan resolusi tidak bisa mengatasi masalah tersebut," kata Suwanto, Marketing Planning Manager Oppo Indonesia disela peluncuran di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitur pengenal wajah dan sidik jari
Kecerdasan buatan diklaim akan menganalisa warna kulit, tipe wajah, usia dan jenis kelamin pengguna (dok. CNNIndonesia.com/ sat) |
Serupa dengan kompetitor, Oppo turut memboyong teknologi pengenal wajah dan pembaca sidik jari untuk mengamankan data. Suwanto menyebut pihaknya ingin memastikan hanya pengguna yang bisa mengakses data dalam ponsel.
Selain kamera depan, pabrikan asal China ini memastikan telah membekali kamera belakang 16MP dengan apertur f/1.8 dan efek bokeh.
Desain dan spesifikasi lain
Mengikuti tren tanpa bezel, Oppo F5 memiliki layar full HD 6 inci dengan resolusi 2160x1080, 401 ppi, dan aspek rasio 18:9 sehingga memuat gambar 12,5 persen lebih lebar.
Tak ada tombol home fisik di ponsel ini, bahkan pengguna juga bisa menghilangkan tombol virtual jika menginginkannya. Untuk kembali ke menu sebelumnya, pengguna hanya perlu swipe layar ke atas.
Lihat juga:Oppo Jadi Nomor Dua Berkat Kamera Selfie |
Menariknya, Oppo F5 juga hadir untuk mengakomodir anak muda dengan spesifikasi lebih rendah yakni RAM 3GB dan ROM 32GB. Kamera depannya lebih kecil dengan 16MP dan kamera belakang 13MP.
Oppo F5 dengan RAM lebih besar dibanderol Rp5,2 juta sementara varian dengan warna hitam dan gold yang memorinya lebih kecil dijual seharga Rp4 juta. (evn/sat)
Kecerdasan buatan diklaim akan menganalisa warna kulit, tipe wajah, usia dan jenis kelamin pengguna (dok. CNNIndonesia.com/ sat)