Gojek Cs Diminta Kooperatif Soal Data Perjalanan Penumpang

Bintoro Agung , CNN Indonesia | Rabu, 15/11/2017 15:22 WIB
Gojek Cs Diminta Kooperatif Soal Data Perjalanan Penumpang Pemerintah meminta perusahaan transportasi online untuk kooperatif membuka data perjalanan pengguna kepada pemerintah. (dok.Go-Jek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi transportasi belum sepenuhnya kooperatif dengan pemerintah. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatakan sampai saat ini ketiga perusahaan yakni Gojek, Grab, dan Uber belum memberikan data perjalanannya.

Pernyataan tersebut pertama kali dilontarkan oleh Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta Priyanto dalam sebuah forum diskusi yang mereka selenggarakan.

Priyanto berusaha berprasangka baik mengenai sikap ketiga aplikator. "Mungkin mereka masih menyiapkan data-data terkait itu karena banyak kan dan itu berdasarkan aplikasi masih perlu dipilah-pilah," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/11).

Ditemui di tempat yang sama, Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta Sigit Wijatmoko meminta aplikator lebih kooperatif soal data perjalanan ini sebagaimana janji yang mereka buat.

"Seharusnya kalau mereka konsisten terhadap ketentuan dan aturan terkait juga masalah mirroring data perjalanan mereka, itu bisa jadi feeding data yang baik untuk penetapan regulasi ke depan," ucap Sigit.

Menurut Sigit, data perjalanan dari ketiga aplikator tersebut sangat berharaga karena dari sana akan diketahui jumlah kendaraan mereka yang beroperasi, pola perjalanan, serta pembebanan lalu lintas hingga ke setiap segmen jalan. Ia meminta Gojek, Grab, dan Uber secepatnya karena hal itu tak hanya memudahkan pekerjaan Dishub DKI namun juga masyarakat keseluruhan.

Pakar transportasi Dharmaningtyas menambahkan bahwa sudah semestinya aplikator lebih kooperatif kepada aplikator soal data perjalanan ini. Sebab hal ini menyangkut kebijakan transportasi yang akan dibuat oleh regulator nanti.

"Sebaiknya kooperatif, ini yang memerlukan regulator," tukasnya.

Diskusi Dishub DKI Jakarta ini berfokus kepada manajemen lalu lintas di ruas Jalan Sudirman hingga Jalan Thamrin. Di koridor tersebut, diketahui bahwa volume kendaraan sepeda motor dalam sehari yang berasal dari Gojek, Grab, dan Uber mencapai 14.834 unit kendaraan atau sekitar 25 persen dari total sepeda motor yang melintas di sana.

Data volume kendaraan tersebut diperoleh melalui pengamatan Dishub DKI. Data ini pun dianggap kurang lengkap karena Dishub belum mengetahui data perjalanan dari ketiga armada transportasi online tadi. Padahal salah satu isi Peraturan Menteri 108 Tahun 2017 menyebutkan bahwa pihak aplikator harus membagi sejumlah data kepada regulator dalam bentuk dashboard. (evn/evn)