Melacak Fitur Keamanan Fortuner 'Papa' Setnov

Rayhand Purnama , CNN Indonesia | Jumat, 17/11/2017 18:53 WIB
Melacak Fitur Keamanan Fortuner 'Papa' Setnov Ilustrasi Toyota Fortuner. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka korupsi KTP elektronik Setya Novanto diduga pingsan akibat mobil yang ditumpanginya terlibat kecelakaan setelah menabrak tiang listrik pada Kamis (16/11) sore.

Padahal, pria yang juga berstatus buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu diketahui duduk di barisan kedua mobil berjenis sport utility vehicle (SUV) besutan Toyota, yakni Fortuner.


Kondisi Novanto mungkin berbanding terbalik dengan seorang wartawan yang kebetulan menjadi supirnya dan ajudan Novanto. Keduanya tidak mengalami cidera serius meski duduk di baris pertama kendaraan.

Berdasarkan pantauan hasil rekaman video usai kecelakaan, sang wartawan masih dapat berjalan sembari berkeliling mengecek kondisi kendaraan.

Lantas, pertanyaan pun mencuat terkait seberapa aman Fortuner dapat menjaga keselamatan penumpang dari cidera serius, khususnya pada baris kedua. Mobil yang ditumpangi oleh Novanto sendiri ialah Fortuner type G 2,5L Diesel yang diprediksi lansiran 2012.

Melacak Fitur Keamanan Fortuner 'Papa' SetnovMobil Fortuner yang ditumpangi Setya Novanto menabrak tiang lampu di kawasan Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Fitur Aktif dan Pasif

Menjawab hal tersebut, General Repair Service Manager Toyota Astra Motor (TAM) Iwan Abdurahman, menyampaikan bahwa sebetulnya terdapat dua fitur soal keselamatan yang menjadi standar pada semua varian Fortuner.

Pertama, ia menjelaskan, adalah fitur aktif yang membutuhkan dukungan kelihaian dari pengendara untuk mencegah kecelakaan. Fitur itu biasanya dilekatkan pada sistem pengereman, seperti antilock braking system (ABS).


"Fitur keselamatan jenis ini juga membutuhkan keaktifan pengemudi untuk membuatnya dapat bekerja," kata Iwan, Jum'at (11/11).

Kedua, ia mengatakan terdapat fitur keselamatan pasif sebagai standar dari Fortuner. Menurutnya, fitur pasif berfungsi untuk mengurangi potensi terluka bagi penumpang. Sedianya, fitur bakal bekerja sendiri saat diperlukan.

"Misalnya saja airbag bagian depan akan mengembang jika terjadi tabrakan pada kondisi tertentu, serta seatbelt yang berfungsi menahan gerakan badan penumpang saat terjadi tabrakan," ungkapnya.

Struktur Bodi

Iwan melanjutkan, selain fitur keselamatan pasif dan aktif. Varian dari Fortuner juga dirancang memakai struktur badan crumple zone guna menyerap energi benturan agar bagian kabin atau area penumpang dapat terlindungi.

"Itu untuk meninimalisasi risiko cedera pada pengemudi dan penumpang," ujarnya.

Walau didesain untuk melindungi dari berbagai arah, kata dia, utamanya crumple zone terletak di bagian depan. Sedangkan area samping dan belakang juga memiliki struktur serupa yang disebut energy absorbing mechanism.


Ia berujar, mengingat perbedaan lokasi dan juga desain, maka fungsinya turut berbeda. Misalnya, penyerapan dari arah samping tidak sebanyak dari arah depan. Hal itu karena area pintu tidak mungkin dibuat sekompleks ruang mesin, terkait dengan lebar pintu.

"Semua fitur tersebut terdapat pada Fortuner, termasuk Fortuner yang produksi tahun 2012," kata Iwan. (asa)