"Kami berkomintmen menggunakan bahan daur ulang 100 persen untuk produk-produk kami," tegas Lisa selaku wakil presiden Apple untuk bagian perencanaan kebijakan lingkungan dan sosial kepada News.com.au.
Meski demikian, tampaknya masih butuh waktu hingga akhirnya Apple bisa benar-benar menerapkan bahan daur ulang untuk perangkat-perangkattnya dan tak lagi menambang hasil bumi, seperti ditulis BGR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan perangkat elektronik dunia juga diminta oleh Amnesti Internasional untuk memerhatikan sumber tambang yang mereka gunakan. Badan dunia itu menekankan soal sumber kobalt yang banyak digunakan untuk manufaktur industri ini. Mereka juga meminta Apple untuk menjadi pionir terkait hal ini.
Pekerja tambang memiliki peralatan tambang yang minim, bahkan menggunakan tangan untuk menambang. Ada juga praktek eksploitasi anak-anak di bawah umur untuk bekerja di wilayah pertambangan.
Apple sendiri mengklaim bahwa pihaknya tidak menggunakan kobalt yang ditambang dengan tangan dari negara di Afrika itu. (eks/sat)