"Kalau ekspansi jaringan kita sudah pasti untuk terus ke luar Jawa karena bisa mendorong revenue dan revenue traction," kata Direktur Keuangan XL Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin di Grha XL, Jumat (26/11).
Pembangunan masif XL di luar Jawa berada di wilayah-wilayah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, dan lainnya. Untuk membuka jaringan di daerah-daerah tersebut, investasi XL berupa pembangunan menara Based Transceiver Station (BTS) dan kabel serat optik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama adalah minimnya infrastruktur jaringan di wilayah timur. Dibanding Jawa atau Sumatera, kawasan di sana cenderung sepi sinyal. "Kalau di timur itu kan jarang coverage-nya, jadi itu yang diperluas lebih banyak," ujar Ayu.
Kendati begitu, Ayu menuturkan XL masih membangun infrastruktur di sejumlah titik di Jawa dan Sumatera dengan kuantitas lebih rendah ketimbang di wilayah timur tadi. Khusus di Jawa, penambahan kapasitas jaringan juga dilakukan XL mengingat padatnya pengguna.
Berdasarkan keterangan Ayu, pendapatan perusahaan berasal konsumen ritel. Penggunaan data dari pelanggan bahkan menyumbang 71 persen total pendapatan mereka. Sementara segmen enterprise menyumbang tak sampai 10 persen dari pemasukan.
Dalan laporan kuartal tiga 2107, XL tercatat telah membukukan pendapatan Rp5,969 triliun dengan laba bersih kuartal sebesar Rp94,948 miliar. Sekitar 58 persen pendapatan perusahaan berasal dari data. (evn)