Seandainya meletus, penduduk sekitar tidak hanya perlu mewaspadai bahaya lahar panas dan lahar dingin. Mereka juga perlu waspada akan tersebarnya abu vulkanik pasca meletusnya Gunung Agung.
Abu vulkanik terbentuk dari material berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral, dan kaca vulkanik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fragmen batuan ini bisa bercampur dengan fragmen lava yang dipadatkan di udara dan menciptakan awan abu.
Abu vulkanik dengan ukuran kecil akan terbawa angin, dan kemudian menyebar di permukaan bumi.
Endapan abu vulkanik yang lebih tebal dan cenderung memiliki partikel yang lebih besar biasanya terdapat di dekat lokasi letusan. Saat ini, abu vulkanik Gunung Agung diketahui mengarah ke timur-tenggara dengan ketinggian diperkirakan mencapai hingga 4.000 meter berkecepatan 18 kilometer per jam.
Meletusnya gunung berapi menyisakan abu vulkanik yang bertebaran di udara dan permukaan bumi. Banyaknya abu yang bertebaran hingga mengakibatkan langit siang menjadi gelap gulita.
Dilansir dari National Geographic, abu vulkanik yang terdiri dari Karbon dioksida dan flourin merupakan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan hewan.
Tersebarnya abu vulkanik berbahaya bagi ekosistem sekitar, seperti gagal panen, kematian hewan, dan penyakit pada manusia.
Menghirup abu vulkanik dapat menimbulkan masalah pernapasan dan kerusakan paru-paru. Jika menghirup abu vulkanik dalam jumlah besar, seseorang akan merasa seperti tercekik, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Abu vulkanik juga dapat mengganggu sistem infrastruktur di daerah sekitar letusan gunung berapi. Mulai dari rusaknya fungsi mesin pemasok energi, pemasok air, pengolahan limbah, dan fasilitas komunikasi.
Jika hujan datang, Abu vulkanik akan tercampur dan berubah menjadi lumpur semen yang berpotensi akan menutupi atap rumah, dan menimbulkan berbagai kerusakan juga.
Selain itu, abu vulkanik di udara juga sangat membahayakan pesawat terbang. Partikel abu vulkanik bisa meleleh di dalam mesin pesawat terbang dan akan menyebabkan mesin mogok. (evn/mel)