Sejauh ini, operator telekomunikasi memastikan diri layanan mereka masih dalam kondisi prima. Namun begitu, sejumlah operator memastikan akan menyiapkan kemungkinan terburuk jika layanan komunikasi lumpuh karena peningkatan status Gunung Agung.
Adita Irawati, Vice President Corporate Communications Telkomsel menyebut layanan telekomunikasi tetap berfungsi normal. Seluruh Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel dalam kondisi prima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cara-cara Menghadapi Bahaya Abu Vulkanik |
Corporate and Marketing Communication Hutchison Tri Indonesia, Arum K Prasodjo juga menyebut keberadaan BTS Tri yang jauh dari titik letusan membuat layanannya sejauh ini masih belum terkena imbas.
“BTS terdekat Tri ada di radius 12 km dari Gunung Agung, fokus utama kami saat ini menarik mundur tim dari lokasi terdekat ke tempat aman,” jelas Arum melalui sambungan telepon.
Tempuh Langkah Preventif
Meski layanan terpantau aman, operator memastikan pihaknya tidak mau lengah. Sejumlah langkah pun dilakukan, termasuk mensiagakan BTS mobile dan menambah pasokan listrik.
Lihat juga:Maskapai Penerbangan Ubah Jadwal Rute Bali |
Sementara operator Tri memfokuskan diri pada penambahan baterai dan genser untuk memastikan pasokan listrik tetap aman. “Saat ini kami sudah menarik tim di lapangan yang berada di radius 12 km dan pusat pengendali jaringan tetap bekerja, disamping melakukan langkah antisipasi dengan menambah pasokan listrik dengan mensiagakan genset dan baterai,” imbuhnya.
Disamping menjaga pasokan listrik stabil, Smartfren memilih memastikan BTS berada dalam kondisi prima dan terbebas dari abu vulkanik.
Munir menjelaskan pihaknya saat ini masih berupaya mengatasi abu vulkanik. "Selain menambah pasokan listrik, sebenarnya masalah hanya pada abu vulkanik. Kami berupaya mengatasi dengan menutup BTS menggunakan plastik," jelasnya. (evn)