Sayangnya, rencana peluncuran yang dilakukan pada untuk membuktikan Bumi datar pada Sabtu (25/11) itu gagal total.
Roket buataannya itu ia rakit dari beberapa komponen bekas. Pria yang sudah berusia 61 tahun ini bahkan rela merogoh kocek USD 20 ribu untuk membangun roket ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lembaga pertanahan AS tidak mengizinkanku meluncurkannya di lokasi itu. Hal ini sangatlah mengecewakan," ujar Hughes.
"[Peluncuran] ini masih akan terjadi. Kita hanya pindah tiga mil dari posisi semula. Ini yang akan terjadi jika kalian berurusan dengan agensi pemerintahan," lanjutnya.
Hughes sudah lama terobsesi untuk membuktikan bahwa Bumi tidak berbentuk bulat seperti yang selama ini dibuktikan NASA atau agensi antariksa lainnya. Dengan menerbangkan diri dalam roket, Hughes berencana mengambil gambar bahwa Bumi berbentuk datar seperti piringan.
Pria ini tak akan berhenti melakukan aksinya bahkan jika nyawa menjadi taruhannya. Dalam video yang diunggahnya di YouTube, Hughes mengatakan bahwa di dunia ini toh tak ada seorang pun yang sanggup ke luar Bumi hidup-hidup.
"Ini sangat mengerikan. Tapi tak ada satupun di dari kita yang keluar dari sini hidup-hidup," katanya. (eks)