Google Cloud cuma satu dari sekian banyak pemain industri cloud di Indonesia. Hal teknis yang kompleks, bahasa yang ruwet, disadari oleh Google sebagai aspek yang menghambat industri ini.
Rick Harshman, Managing Director Google Cloud untuk Asia Pasifik, mengatakan ada dua hal yang mereka siapkan untuk mengatasi kendala itu yakni menyediakan instruktur khusus cloud dalam bahasa Indonesia dan meletakkan materi soal cloud ke YouTube.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping dua hal tadi, Google juga menyiapkan infrastruktur agar bisnis cloud di Indonesia bisa lebih mulus. Salah satunya adalah proyek pembangunan kabel optik yang membentang 9.000 kilometer dari Australia hingga Singapura.
"Kami adalah perusahaan non-telekomunikasi yang punya jaringan kabel bawah laut terbesar di dunia," ia mengklaim.
Google Cloud Platform sendiri baru hadir di beberapa negara Asia seperti Taiwan, Tokyo, Mumbai, Sydney, dan Singapura. Di negara itu juga, Google menempatkan data center.
Untuk data center di Indonesia, Harshman berkilah pihaknya masih mengupayakan hal tersebut. Ia belum bisa menjanjikan sesuatu mengenai ini. (evn)