Hal ini tampak dari banyaknya produsen otomotif yang masih merakit kendaraan menggunakan komponen impor dan tidak mengoptimalkan pemasok komponen lokal.
"Contohnya banyak perusahaan yang memakai spek dari impor semua, harusnya lokal," kata Rosan di Jakarta, Senin (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga berharap ada penyeragaman pemakaian komponen SNI ini, baik untuk proyek atau perakitan kendaraan.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Toyota menyebut bahwa pabriknya menggunakan dua jenis konten lokal.
Lihat juga:AS Tuntut TKDN Otomotif NAFTA 85 Persen |
Local content adalah bahan yang diimpor dan dirakit di dalam negeri. Bahan impor ini biasanya berasal dari Jepang, Singapura, Thailand dan sebagainya. Sementara true local content adalah pasokan komponen dan aktivitas produksi di Indonesia.
Warih menargetkan, pada 2019 pihaknya dapat meningkatkan persentase true local content TMMIN dengan melakukan kerjasama dengan pemasok dalam negeri.
Lihat juga:Toyota Ingin Garap Mobil Pedesaan |
Ia menambahkan, selain bekerjasama dengan para pemasok lokal. Pabrik TMMIN juga bakal menambah jumlah investasinya sampai 2019. Dana yang dialokasikan dapat mencapai Rp25 triliun.
"Nah yang besar sampai 2019. Sekarang kan udah Rp18 triliun," ucap Warih. (eks)