Pemerintah Berencana Turunkan Pajak Sedan

Rayhand Purnama & Eka Santhika , CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 05:25 WIB
Pemerintah Berencana Turunkan Pajak Sedan Ilustrasi perakitan sedan. Pemerintah berencana untuk mengurangi pajak sedan untuk menggairahkan produksi dan diekspor (dok. CNN Indonesia/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berupaya untuk menurunkan pajak untuk sedan di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memicu ekspor kendaraan di dalam negeri.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian mengusulkan untuk mengatur pajak sedan itu dalam program kendaraan rendah karbon (low carbon emission vehicle - LCEV).

"Iya (Disatukan dengan LCEV). Justru, sedan itu bagian dari LCEV," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, beberapa waktu lalu (27/11).

Seiring dengan turunnya pajak sedan, diharapkan akan memicu produsen otomotif dalam negeri untuk melakukan produksi sedan di tanah air dan meningkatkan ekspor sedan.

"Luar negeri emang sedan. Kaya Thailand itu ekspornya hampir satu juta seluruhnya sedan. Negara lain kan familynya kecil. Makanya mereka pilih sedan," ungkapnya.

Saat ini mobil berbuntut itu memang masih dikategorikan sebagai kendaraan mewah. Sehingga pajak mobil jenis ini cukup besar, 30 persen. Sebab, jenis kendaraan itu masuk Pajak Penjualan atas Barang Mewah.

Sementaraa pajak untuk Multi Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) hanya sebesar 10 persen.

LCEV sendiri merupakan program lanjutan dari kendaraan low cost green car (LCGC). Program ini juga dikenal sebagai program kendaraan bermotor hemat energi dan harga terjangkau (KBH2). Program ini sendiri telah ada sejak 2013 dan telah diterapkan sejumlah produsen.

Adapun jenis mobil yang termasuk ke dalam program LCEV ini mulai dari kendaraan berbahan gas (CNG), hybrid, plug in hybrid, full listrik dan terakhir ialah sedan.

Insentif

Selain menurunkan pajak, Kemenperin juga menyebut akan memberikan insentif. Airlangga menyebut bahwa saat ini rancangan insentif itu telah diusulkan kepada Kementerian Keuangan.

"Ini masih dibahas juga. Mudah-mudahan awal tahun depan bisa," kata dia.

Ia melanjutkan, bahwa rata-rata produsen juga telah siap untuk melakukan produksi mobil berjenis sedan. Kesiapan itu menurutnya tinggal menunggu dorongan regulasi baru.

Sementara itu Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono, menyambut baik atas rencana pemerintah.

Selain itu, ia mengungkap agar industri otomotif tanah air segera mengarah kepada kendaraan dengan energi lebih bersih.

"Jadi kita harus ikut, Indonesia harus ikut, harus create market. Penting, adalah bagaimana bisa memasarkan atau menjadi industri bagi future vehicle tersebut," kata Warih.