Ketika berkunjung ke pabrik Sokonindo, CNNIndonesia.com sempat melihat bagaimana MPV tersebut dirakit di area assembling pabrik.
Produksi mobil jenis ini memang tak sebanyak SUV dan pick up. Selain itu, dari sekian MPV yang tengah dirakit, belum satupun unit tampak sudah selesai pengerjaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun memang belum ada unit yang selesai dirakit.
"Iya itu MPV. Tapi untuk unit yang sudah jadi belum ada ya," ucapnya, Selasa (28/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari awal udah produksi MPV di sini. Tapi hitung-hitungan pasarnya kami hold karena melihat pasar," kata Alexander.
Sebagai pemain baru, pabrikan asal China itu tidak ingin terburu-buru bermain diberbagai segmen kendaraan. Ia khwatir hal itu malah berujung kekecewaan konsumen.
Pasar Indonesia sendiri saat ini lebih cenderung memilih kendaraan di segmen MPV. Rata-rata para produsen otomotif memiliki produk MPV, dari kelas terendah sampai atas.
Dari dimensinya yang lebih kecil, MPV racikan Sokonindo nampaknya akan berada dikelas low. Otomatis bila sudah masuk ke pasar, MPV kepunyaan Sokonindo akan bersaing dengan para rival seperti Avanza, Xenia, Mobilio, Xpander, juga rival senegaranya, Confero. (eks)