Hal itu diketahui dari cuitan salah satu pendirinya, Dom Hofmann melalui akuun Twitter pribadinya pada Rabu (8/12) lalu . Ia mengunggah gambar yang bertuliskan "V2" dengan jenis huruf dan warna latar belakang gambar khas logo Vine.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Twitter]
Cuitan Dom pada akhir November ini menuai berbagai reaksi dari netizen di Twitter seingga diganjar lebih dari 66 ribu retweet dalam waktu 3 jam saja. Kebanyakan menyambut antusias proyek ini dsehingga menjadikannya sebagai topik yang paling banyak dibahas di Twitter.
Sebelumnya pada 17 Januari lalu aplikasi media sosial asal Amerika ini ditutup oleh Twitter -- perusahaan yang mengakuisisinya pada 2012.
Lihat juga:Youtube Rilis fitur 'Stories' Mirip Snapchat |
Meski usianya terbilang pendek, Vine mampu mengukir prestasi fantastis. Setahun setelah dirilis, Vine masuk jajaran aplikasi gratis terbaik di iOS wilayah Amerika Serikat dan memiliki 200 juta pengguna aktif di tahun 2015.
Dalam surat yang dikirimkan kepada CEO Twitter Jack Dorsey bulan Oktober lalu, CEO PornHub Corey Price menyatakan ketertarikannya untuk membeli Vine. Ia menegaskan 6 detik dengan waktu lebih dari cukup bagi perusahaan penyedia hiburan dewasa berbasis video ini, seperti diberitakan CNet. (evn/sat)