"Kami berharap nanti (aplikasi yang dibuat di R&D Apple) embeded terhadap iPhone yang dijual di Indonesia. Kalau ngga kayak gitu buat apa?" terang Rudiantara saat ditemui usai acara NextIcorn yang digelar di gedung Kemkominfo, Jakarta, Jumat (8/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Apple telah membuat kesepakatan dengan pemerintah untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan. Pembangunan pusat riset ini dilaksanakan untuk memenuhi unsur TKDN (tingkat kandungan dalam negeri) yang ditetapkan pemerintah.
Apple sendiri memenuhi syarat TKDN menggunakan skema software. Skema software ini hanya boleh diterapkan pada ponsel dengan harga diatas Rp8 juta. Ketentuan lain, aplikasi yang dimasukkan tak bisa 'asal comot'. Tapi pemanufaktur harus punya andil dalam pembuatan aplikasi tersebut.