Meski demikian, masih belum jelas siapa saja dari lima besar produsen ponsel dunia yang akan menggunakan teknologi itu. Saat ini, lima besar produsen smartphone dunia ada ditangan Samsung, Apple, Huawei, Oppo, dan Vivo.
Synaptics menyebut bahwa teknologinya yang sudah diproduksi massal itu akan dipamerkan di ajang CES 2018, seperti dilaporkan ZDNet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Synaptic menyebut bahwa sensor sidik jarinya akan aktif otomatis di layar saat dibutuhkan. Sensor ini juga dua kali lebih cepat dari pengenal wajah 3D.
Teknologi ini juga dapat digunakan baik ketika tangan pengguna basah, dingin, maupun kering. Sidik jari tetap terbaca meski ponsel digunakan di bawah air.
Pembaca sidik jari tetap bekerja saat ditempatkan dibawa kaca atau metal berkat teknologi pengenal sidik jari dengan ultrasonik.
Saat itu, perusahaan gawai asal Tiongkok, Vivo, juga ikut mengumumkan bahwa teknologi itu akan digunakan di salah satu ponsel keluarannya.
Sementara Apple, memilih mengembangkan sendiri teknologi pengenal sidik jari mereka, TouchID. Namun, FaceID menggantikan TouchID digawai anyar mereka.
Di masa lalu, Synaptics menjadi salah satu pemasok komponen layar milik Apple. Tapi belum jelas apakah Apple juga akan memboyong teknologi Synaptics ini atau tidak. (eks/sat)