Penelitian yang dilakukan oleh David Slusky dari Universitas Kansas dan Leon Moskatel dari Rumah Sakit Scripps Mercy, San Diego, mendapati tingkat pemakaian ambulans setelah adanya Uber turun setidaknya 7 persen.
"Tebakan saya angka ini akan naik sedikit dan stabil di kisaran 10-15 persen ketika Uber terus berekspansi sebagai alternatif untuk publik," kata Moskatel seperti dilaporkan The Mercury News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:4 Bayi di Negara Berbeda Lahir di Mobil Uber |
Kendati kendaraan Uber tak memiliki perangkat medis seperti halnya ambulans, mereka dianggap opsi terbaik untuk berhemat.
Tak hanya itu, penggunaan layanan semacam Uber untuk mengantar pasien memungkinkan dalam memilih rumah sakit tujuan. Begitu pula dengan waktu tunggu kendaraan yang besar kemungkinan akan lebih cepat ketimbang ambulans.
"Kami selalu mendorong agar masyarakat menghubungi 911 ketika di situasi darurat medis," kata Hasbun kepada The Mercury News. (evn)