Lantas, apa keuntungan laptop yang menggunakan prosesor Snapdragon? Chip ini dirancang dengan arsitektur berbasis ARM yang biasanya digunakan pada perangkat tablet dan smartphone yang hemat baterai.
Harapannya, laptop berprosesor Snapdragon ini bisa bertahan sepanjang hari. Selain itu laptop-laptop ini diharapkan bisa 'always on' seperti halnya tablet dan smartphone. Sehingga, pengguna tak perlu repot menyala-matikan perangkat saat membutuhkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayang, belum banyak keterangan yang bisa didapat mengenai laptop Snapdragon yang akan diproduksi keduanya. Kemungkinan laptop-laptop ini akan muncul di pameran CES (Consumer Electronic Show) 2018 yang akan digelar Januari mendatang, seperti disebutkan Uber Gizmo.
Hal inilah yang membedakan prosesor Qualcomm itu dengan prosesor Intel berbasis arsitektur x-86 yang selama ini digunakan untuk prosesor dan desktop.
Kerjasama Microsoft dan Qualcomm ini diharapkan bisa menelurkan laptop yang ringan dan tipis, baterai yang bisa bertahan sepanjang hari, dan selalu terhubung dengan internet.
Meski demikian, belum ada bukti yang bisa menunjukkan bagaimana kinerja laptop berprosesor Qualcomm ini dengan buatan Intel.
Menanggapi hal ini, Intel menyebutkan bahwa inisiatif PC 'always-on' antara Microsoft dan Qualcomm bukanlah yang pertama. Intel telah memulainya lebih dulu.
"Saat ini ada lebih dari PC (always on) berbasis Intel yang tersedia baik untuk pebisnis dan konsumen," jelas perusahaan itu kepada Digital Trends, pekan lalu (15/12). (eks)