Kedua perusahaan ini mengumumkan ekspansi layanan mereka hanya berselang dua pekan jelang penghujung tahun 2017.
Kamboja akan menjadi negara kedelapan bagi Grab menyediakan layannya, sementara Phnom Penh akan menjadi kota ke-156 'pendaratan' mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sun Chanthol, Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi mengatakan bahwa data tersebut akan memungkinkan Kamboja melakukan pengelolaan lalu lintas yang lebih efisien bagi pengguna transportasi umum.
Kehadiran Grab di Kamboja sebenarnya hanya berselang tiga bulan setelah Uber menyediakan layanan serupa di sana.
"Hampir semua negara Asia Tenggara berada di radar kami selama tiga, enam sampai 12 bulan ke depan. Filipina akan menjadi yang pertama, hanya untuk mengetahui bagaimana segala sesuatunya berjalan," kata Ajey Gore Group CTO di Gojek pada Reuters.
Besar kemungkinan Gojek juga melirik Vietnam, Kamboja, Myanmar, hingga Timor Leste yang memiliki catat masalah lalu lintas serupa dengan Indonesia. Bukan hanya menyediakan layanan, Gojek kabarnya juga fokus memperluas akses layanan Gopay di tahun 2018. (evn)