Meski mengaku terasa nyaman, Jokowi tak bisa menampik jika mesin masih terasa tersendat saat dipacu pelan dan mulai meningkatkan kecepatan.
"Tadi kita coba, jalannya hanya 30 sampai 40 km. Kalau menurut saya enak - enak saja karena mobil ini adalah sebuah produk baru dan ini sudah melompat baik," tutur Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sebelum memasuki tahap produksi massal Jokowi berharap ada tahap riset dan penelitian lebih dulu. Menurutnya, tahap itu harus ditindak lanjuti supaya lolos uji emisi untuk ke tahap memenuhi kebutuhan industri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq |
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkap salah satu hal paling berat dari pengembangan mobil listrik yakni memastikan desain dan harga bisa masuk ke pasar dan bisa berkompetisi dengan produk mobil lain yang sudah lama berada di pasar.
"Proses itu biasanya yang sangat menyulitkan. Tetapi apapun tetap akan kita kejar. Termasuk juga mobil SMK, agar segera masuk ke proses industri," ujarnya.
Lihat juga:Mobil Listrik Ala Formula 1 dari Kalimantan |
Mobil listrik Ezzy II sendiri merupakan generasi kedua pengembangan dari mobil listrik Ezzy I yang telah dirintis pada tahun 2013 lalu. Mobil ini memiliki spesifikasi yang jauh lebih baik dari generasi sebelumnya.
Ezzy II menggunakan tenaga baterai sebesar 20 kWh dengan kemampuan jarak tempuh 130 km. Selain itu, mobil ini bisa melaju dengan kecepatan maksimum 180 km per jam dengan pendistribusian berat yang jauh lebih stabil. (evn/dik)
Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq