Kondisi jalan yang panjang dan potensi kemacetan, pengemudi dituntut untuk lebih peka terhadap kondisi mesin kendaraan. Sebab, dikhawatirkan suhu mesin mengalami panas berlebih atau biasa disebut overheat. Overheat bisa terjadi karena kinerja mesin tidak ditunjang sempurna oleh perangkat pendingin, seperti radiator dan motor kipas. Untuk mengenali tanda pendingin tidak berfungsi dengan baik, ada beberapa cara untuk mengidentifikasinya.
AC tak dingin saat macet
Pemilik mobil perlu waspada ketika pendingin udara kendaraan tidak terasa sedingin biasanya. Terutama jika hal ini terasa ketika mobil sedang terjebak macet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Kalau tidak dingin), berarti kipasnya mati. Karena kipas bantu kondensor ac juga. " kata Ade kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara lain untuk mengecek kerusakan kipas adalah dengan melihat cara kipas berputar. Jika kecepatan putaran berkurang dan kipas tampak goyang itu berarti usia kipas telah mendekati masanya.
Umur kipas akan makin pendek ketika mobil makin sering digunakan dan kerap terjebak macet. Hal ini membuat kipas mesti bekerja ekstra.
Kondisi kipas perlu diwaspadai karena jika kerusakan tak terdeteksi, bisa berdampak buruk pada kinerja mesin keseluruhan.
"Jika tidak disadari kerusakan kipas, tentu mesin overheat dan bisa turun mesin," ujarnya.
Mesin mendadak terasa menggelitik saat digas adalah gejala overheat lainnya. Biasanya ini terjadi karena adanya kebocoran radiator yang mengakibatkan mesin panas.
Sehingga, memastikan hal tersebut harus menjadi poin utama sebelum Anda menempuh perjalanan panjang.
"Saat tadi tidak apa-apa tiba-tiba ngelitik, ya itu rusaknya dari kebocoran. Kenapa? Karena mesin overheat menjadi beban berat dan jadi ngelitik pas digas," kata Ade. (eks)