"Kami tahu beberapa dari kalian merasa Apple mengecewakan. Kami minta maaf," tulis Apple dalam blog resmi bertanggal Kamis, 28 Desember.
Menyertai surat permohonan maafnya ini, Apple juga memberikan laman khusus yang menjelaskan soal hubungan antara kinerja baterai dengan performa ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perubahan ini mungkin tak disadari, dalam beberapa kasus pengguna mungkin butuh waktu lebih lama untuk membuka aplikasi dan penurunan performa."
Ketika tahu Apple memakai cara itu untuk mengatasi masalah baterai, kritik bertubi-tubi menghujani perusahaan yang dipimpin Tim Cook itu.
Tapi Apple mengaku mereka tak berniat memperlambat kinerja atau memperpendek usia perangkat. Sebab, sebagian tudingan menyebut Apple sengaja melakukannya agar konsumen beralih ke perangkat yang baru.
Untuk itu kedepannya, Apple berencana untuk memberi fitur yang membuat pengguna iPhone dapat memantau kondisi baterai.
Sehingga pengguna dapat melihat sendiri pengaruh kondisi baterai terhadap performa gawai. Fitur ini akan diberikan pada pembaruan iOS pada 2018.
"Bukannya memperbaiki kekurangan baterai dengan memberikan penggantian baterai gratis untuk semua iPhone yang terkena dampak, Apple berusaha menutupi kekurangan baterai," demikian isi laporan penggugat Apple.
Gugatan ini bermunculan di California, New York, dan Illinois, Amerika Serikat, yang isinya mewakili jutaan pemilik iPhone di seluruh negeri. Gugatan serupa pun datang di luar AS, seperti Israel. (eks/sat)