Aturan yang dimaksud terkait laporan data wholesales seperti dilakukan oleh anggota Gaikindo lainnya.
Data wholesales ini sendiri adalah data jumlah kendaraan yang dijual atau didistribusi dari pabrik ke diler. Berdasarkan penelusuran, data wholesales yang terakhir dicantumkan Mercedez adalah pada April 2017 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, menurut Jongkie menyampaikan dari pabrik menuju diler adalah kewajiban anggota Gaikindo. Data biasanya disampaikan dengan mengunggahnya sehingga bisa diakses oleh publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengurus Gaikindo akan membahas hal ini Januari karena MBDI tidak memenuhi syarat sebagai anggota," kata Jongkie.
Sebelumnya, Departement Manager Public Relations MBDI Dennis A. Kadaruskan sempat menyatakan alasan tidak lagi mencantumkan data wholesales Mercedez.
Dalam kesempatan terpisah ia menyatakan bahwa kebijakan itu merupakan kebijakan dari Daimler AG (pusat Mercedes-Benz).
"Kebijakan Daimler AG. Untuk saat ini tidak dapat share data," ujarnya.
Meski demikian, Mercedes-Benz mengklaim tetap menguasai pasar mobil mewah di Indonesia. Sampai September 2017, penjualan retail Mercedes (dari diler ke konsumen) mencapai 2.560 unit. Perolehan itu naik 3,9 persen bila dibandingkan 2016.
(eks)