Saat ini setidaknya ada beberapa perusahaan yang tak jauh lagi dari valuasi US$1 triliun. Apple memimpin paling depan, lalu di belakangnya ada induk perusahaan Google -- Alphabet, Microsoft, Amazon, Facebook, dan Tencent.
Pada penutupan perdagangan saham di New York pada Selasa (2/1) lalu, nilai saham Apple naik 1,8 persen sehingga berhasil mendongkrak valuasi Apple menjadi US$869 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, nilai perusahaan teknologi tersebut diprediksi bakal terus meningkat. Memecahkan rekor dengan menembus valuasi triliunan dolar disebut tinggal masalah waktu.
Keunggulan Apple di pasar saham tak lepas dari kinerjanya yang cemerlang. Dari segi pendapatan misalnya, Apple tahun lalu membukukan profit US$48 miliar atau sekitar Rp646 trilun. Tak heran beberapa pihak memprediksi rekor US$1 triliun itu akan ditembus oleh Apple di tahun ini.
Lihat juga:Tren Ponsel Cerdas di 2018 |
Kendati demikian, The Guardian melaporkan Apple bukan tak mungkin disalip oleh rival-rivalnya. Amazon adalah perusahaan yang digadang bisa mengalahkan Apple menyentuh rekor US$1 triliun.
Perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos ini mungkin berada di peringkat ketiga secara valuasi. Namun kenaikan nilai sahamnya tahun lalu adalah salah satu yang terbesar. Sepanjang tahun lalu, nilai saham Amazon meningkat 58 persen.
Salah satu imbasnya adalah Bezos beberapa kali sempat menyalip Bill Gates sebagai manusia terkaya di dunia. Hanya dalam sehari saja di Oktober 2017 lalu, kekayaan Bezos bisa bertambah US$10,3 miliar atau setara Rp137,4 triliun. Kecepatan Amazon untuk tumbuh ini yang membuat mereka patut disaksikan sepak terjangnya melawan Apple dalam perebutan rekor US$1 triliun. (evn)