Bahayanya, kedua celah keamanan ini bisa digunakan untuk menembus pengamanan dan mencuri informasi data kredensial mulai dari aplikasi password manager, history pencarian pada mesin peramban, surel, dokumen, hingga foto.
Temuan celah keamanan ini pertama kali diungkap oleh ahli kemanan di Google, Dalnel Gruss. Ia memprediksi kedua bugs ini menjadi mimpi buruk industri komputasi, termasuk untuk perangkat komputer dan ponsel pintar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun sama-sama berbahaya, Meltdown dan Spectre menyasar perangkat yang berbeda. Meltdown menginfeksi perangkat berprosesor Intel. Sementara Spectre hampir menginfeksi semua cip komputer merek apapun yang dibenamkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Sistem kerja keduanya pun berbeda. Meltdown mematikan mekanisme yang mencegah aplikasi mengakses kernel. Sederhananya, aplikasi bisa membaca memori sistem yang digunakan pada perangkat berprosesor Intel.
Spectre dinilai lebih berbahaya, lantaran yang disasar bukan hanya spesifik perangkat komputer dan laptop, tapi juga ponsel, tablet, hingga layanan penyimpanan awan yang di dalamnya menggunakan prosesor.
"Semua prosesor perangkat modern yang mampu menyimpan banyak instruksi rentan akan serangan Spectre. Secara khusus kami telah memverifikasi Spectre pada prosesor Intel, AMD, dan ARM," ungkap Gruss seperti dilaporkan CNN. (evn)