Menurut perusahaan berlogo tiga elips itu, kendaraan tersebut tidak hanya dikhususkan sebagai mobil penumpang biasa. Melainkan juga sebagai alat angkutan multiguna. Misalnya saja mobil berbentuk seperti van itu dapat berfungsi sebagai pengiriman paket, mobil penumpang dan alat angkut untuk kebutuhan belanja ritel. Desain interiornya juga dapat otomatis disesuaikan, sesuai kebutuhan mobilitas masing-masing penggunanya.
Selain itu pembuat mobil asal Jepang itu juga bakal menyediakan kendaraan konsepnya dalam tiga ukuran sesuai kebutuhan pengusaha bisnis ekspedisi. Studi terhadap e-Palette sendiri akan membuat Toyota hanya memproduksi perangkat keras dan perusahaan lain yang menyediakan perangkat lunak untuk mengoperasikan kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toyota berharap melakukan tes e-Palette pertama di awal 2020. Ini sekaligus memberikan pengalaman baru bagi setiap atlet yang akan bersaing di Olimpiade 2020 berlangsung di Tokyo, Jepang. (mik)