Hal ini dilakukan agar pengguna tidak berlama-lama di Facebook, seperti ditulis Mark dalam tulisan di laman Facebook miliknya.
"Saya berharap waktu yang dihabiskan orang-orang di Facebook akan turun, namun saya juga berekspektasi waktu yang Anda pakai saat mengakses aplikasi ini menjadi lebih berharga," terang Mark dalam keterangan di laman Facebooknya, Kamis (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan ini diharap Facebook bisa membuat penggunanya merasa lebih positif saat meninggalkan media sosial itu alih-alih merasa negatif.
Memancing interaksi pengguna
Perubahan ini diharapkan bisa memberikan konten yang lebih memancing percakapan dan interaksi antar pengguna.
"Kami memprediksi unggahan yang dapat membuat anda ingin berinteraksi dengan teman Anda, dan meletakkannya di feed," ungkap Adam Mosseri, yang menjabat Head of News Feed di Facebook.
Facebook tercatat sudah beberapa kali melakukan perubahan serupa. Pada 2015, perusahaan berkomitmen untuk mengurangi unggahan dari keluarga dan teman pengguna.
Tapi kebijakan ini diubah pada 2016. Saat itu, Facebook mendorong agar unggahan yang dibagi oleh orang-orang yang diketahui oleh pengguna lebih diutamakan ketimbang dari media massa dan bisnis lainnya. (eks/sat)